Alamat: JI. Sultan Mahmud Badarudin, 19 llir, Bukit Kecil
Mulai dibangun: 1823
Dibuka: 1984
Provinsi: Sumatera Selatan
Fungsi: Museum
Gaya arsitektur: Gaya Kerajaan Hindia
Kota: Palembang, Sumatera Selatan
A. SEJARAH
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah museum di kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Museum ini didirikan di bekas bangunan rumah residen kolonial Sumatera Selatan abad ke-19. Bangunan ini juga menjadi gedung dinas pariwisata Palembang.
Sebelum jadi museum, tempat ini dulunya adalah lokasi Kuta Lama, yaitu istana Sultan Mahmud Badaruddin I yang memimpin Kesultanan Palembang pada tahun 1724–1758. Tapi, pada 7 Oktober 1823, istana Kuta Lama dihancurkan oleh pemerintah kolonial Inggris. Hal ini dilakukan sebagai hukuman atas kejadian pembantaian di penginapan Belanda di Sungai Alur,
setelah pembongkaran istana Kuta Lama di lakukan, sebuah gedung baru segera di bangun di atas tempat yang sama yang selesai pada tahun 1824 dan diberi nama Gedung Siput. Bangunan ini terus mengalami perubahan, termasuk dibangunnya gedung baru bertingkat dua dengan gaya campuran antara arsitektur tropis Hindia dan rumah tradisional Palembang (rumah bari). Tahun 1825, gedung itu mulai digunakan sebagai kantor residen kolonial. Pada tahun 1920-an, gedung ini direnovasi dan ditambahkan kaca di beberapa bagian.
Saat Perang Dunia II, gedung ini dipakai oleh tentara Jepang sebagai markas militer. Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1945, bangunan ini sempat digunakan sebagai markas TNI, yaitu Kodam II/Sriwijaya dalam jangka periode yang terbilang singkat, sebelum diserahkan ke pemerintah kota Palembang. Akhirnya, pada tahun 1984, gedung ini diubah menjadi museum.
Beberapa koleksi awal museum ini berasal dari rumah bari (rumah tradisional limas), yang sebelumnya menjadi bagian dari Museum Balaputradeva. Koleksi tersebut kemudian dipindahkan ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
B. KOLEKSI
Museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah dari Sumatera Selatan, seperti:
-
Tekstil tradisional
-
Senjata
-
Pakaian adat
-
Kerajinan tangan
-
Koin kuno
Di halaman museum juga ada peninggalan dari zaman Kerajaan Sriwijaya, seperti patung
Ganesha dan Buddha.
C. KUNJUNGAN
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dibuka setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, sementara pada akhir pekan, museum beroperasi dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Dengan harga tiket yang terjangkau—Rp1.000 untuk pelajar, Rp2.000 untuk mahasiswa, Rp5.000 untuk masyarakat umum, dan Rp20.000 untuk wisatawan asing—pengunjung dapat menelusuri perjalanan sejarah Palembang, dari kejayaan Sriwijaya hingga masa kolonialisme.




